Menkes Budi: Tahun Ini Puskesmas Dapat Alat untuk Deteksi Dini Kanker Limfoma dan Mata

Menkes Budi: Tahun Ini Puskesmas Dapat Alat untuk Deteksi Dini Kanker Limfoma dan Mata

https://puskesmaspahandutpky2018.com/ – Jakarta Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pemerintah bakal mengupayakan deteksi dini kanker yang lebih dekat dengan masyarakat. Beberapa jenis kanker bisa dideteksi di puskesmas.

“Mulai tahun ini, seluruh puskesmas akan kita kasih alat-alat untuk periksa darah untuk memastikan leukemia dan limfoma bisa dideteksi sejak dini dan bisa langsung kita rujuk ke rumah sakit,” kata Budi.

Di sela-sela kunjungan ke Rumah Singgah “Rumah Kita”, milik Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), di Percetakan Negara, Jakarta pada 28 Februari 2024 itu Budi menyampaikan bahwa alat-alah yang bakal datang ke 10 ribu puskesmas yakni:

  • hemato analyzer dan blood chemical analyzer untuk mendeteksi leukemia dan limfoma
  • oftalmoskop untuk mendeteksi kanker mata (retinoblastoma).

“Jadi kalau ada gejala, bisa kita deteksi lebih dini, apakah kanker atau bukan. Bila terdeteksi kanker, nanti langsung dikirim ke rumah sakit di 514 kabupaten/kota yang akan kita bangun layanan kemoterapi,” kata Budi.

Dengan kehadiran alat tersebut diharapakanbisa mencegah keparahan agar tidak sampai stadium lanjut. Bila sudah stadium lanjut bakal lebih sulit ditangani.

Edukasi Nakes untuk Deteksi Kanker

Budi juga menyampaikan bahwa selain alat, para tenaga kesehatan juga bakal mendapatkan pendidikan untuk mendeteksi kanker.

“Kami juga ingin mendidik dokter-dokter dan perawatnya untuk bisa deteksi dini kanker,” kata Menkes Budi.

Komitmen Kemenkes di dalam Penanganan Kanker
Budi menegaskan bahwa pemerintah memiliki komitmen penuh di dalam penanganan kanker. Termasuk soal pengobatan yang sebaik-baiknya dan secepat-cepatnya.

Berikut komitmen yang Budi maksud:

Pertama, pemerintah secara bertahap sediakan sarana kemoterapi di 514 kabupaten/provinsi dan sarana kemoterapi di semua provinsi di Indonesia. Maka penderita kanker yang berada di wilayah terpencil atau jauh dari pusat kota selalu mendapat sarana kanker yang dibutuhkan bersama cepat.

“Kami meminta pasien yang berada di luar Jawa tidak harus jauh-jauh mampir (ke Pulau Jawa) gara-gara nanti akan ada sarana kemoterapi di semua kabupaten/kota dan sarana kemoterapi di semua provinsi,” kata Budi.

Kedua, Perbanyak Opsi Terapi Kanker Anak

Kedua, pemerintah memperbanyak opsi terapi kanker pada anak.

Budi menyebut, RS Kanker Dharmais jadi th. ini akan melakukan transplantasi sumsum tulang belakang pada anak. Jika metode ini berhasil, lanjut Menkes, metode selanjutnya akan diterapkan di tempat tinggal sakit lain.

Selain itu, RSK Dharmais jadi th. ini terhitung akan melakukan terapi sel CAR T atau CAR T-cell (Chimeric Antigen Receptor T-cell) therapy untuk mengatasi penyakit kanker darah pada anak. Terapi ini merupakan bentuk terapi imunologi yang melibatkan modifikasi genetik pada sel T untuk menambah kemampuannya mengenali dan melawan sel kanker.

“Untuk jenis-jenis penyakit yang tarafnya tetap dapat di-treatment bersama CAR T-cell, kita akan treatment terhitung bersama CAR T-cell sehingga derajat kesembuhannya lebih tinggi,” tuturnya.

Pasien Kanker Anak Terbanyak di YKAKI

Dalam kunjungan ke YKAKI, Budi terhitung sempat menanyakan soal tipe kanker pada anak yang tinggal di tempat tinggal mampir tersebut.

“Pasien paling banyak adalah leukemia itu lebih kurang 40 persen, yang ke-2 adalah limfoma, dan yang ketiga retinoblastoma,” kata Ketua YKAKI Ira Soelistyo.


Posted

in

by